Jumat, 22 Desember 2017

Tugas 3.3 (Audit Teknologi Sistem Informasi)


Muhammad Aditya Putra - 1B117042
Audit Teknologi Sistem Informasi
Pertemuan 3 – 4KA25 Malam


3.3. Dampak Audit SI bagi perusahaan, instansi atau organisasi

Penjelasan :
Audit sistem informasi adalah suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti audit untuk menentukan apakah sistem komputer perusahaan telah menggunakan asset sistem informasi secara tepat dan mampu mendukung pengamanan asset tersebut memelihara kebenaran dan integritas data dalam mencapai tujuan perusahaan yang efektif dan efisien.
Menurut Weber (1999) terdapat beberapa alasan mendasar mengapa organisasi perlu melakukan audit sebagai evaluasi dan pengendalian terhadap sistem yang digunakan oleh organisasi :
1. Pencegahan terhadap biaya organisasi untuk data yang hilang
2. Pengambilan keputusan yang tidak sesuai
3. Penyalahgunaan komputer
4. Nilai dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan personel
5. Biaya yang tinggi untuk kerusakan komputer
6. Kerahasiaan
7. Pengontrolan penggunaan komputer
Menurut Weber (1999) terdapat empat tujuan utama mengapa perlu dilakukannya audit sistem informasi yaitu:
    (1) Mengamankan asset
    Asset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras, perangkat lunak, fasilitas, manusia, file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Sama halnya dngan aktiva – aktiva lainnya, maka aktiva ini juga perlu dilindungi dengan memasang pengendalian internal. Perangkat keras bisa rusak karena unsur kejahatan ataupun sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan isi file data dapat dicuri. Peralatan pendukung dapat dihancurkan atau digunakan untuk tujuan yang tidak diotorisasi. Karena konsentrasi aktiva tersebut berada pada lokasi pusat sistem informasi, maka pengamanannya pun menjadi perhatian dan tujuan yang sangat penting.
    (2) Menjaga integritas data
    Integritas data merupakan konsep dasar audit sistem informasi. Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan (completeness), sehat dan jujur (soundness), kemurnian (purity), ketelitian (veracity). Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar akibatnya, keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar.
    (3) Menjaga efektivitas sistem
    Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai efektivitas sistem, auditor sistem informasi harus tahu mengenai kebutuhan pengguna sistem atau pihak-pihak pembuat keputusan yang terkait dengan layanan sistem tersebut. Selanjutnya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan / informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.
    (4) Mencapai efisiensi sumber daya
    Suatu sistem sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Efisiensi sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada lagi kapasitas sistem yang menganggur.
Dari alasan dan tujuan tersebut sangat jelas bahwa penting bagi sebuah organisasi untuk melakukan audit sistem informasi guna melihat kembali apakah sistem yang berjalansudah tepat dan terpenting sistem mampu untuk mendukung tercapainya tujuan organisasi.
Referensi :

Tugas 3.2 (Audit Teknologi Sistem Informasi)


Muhammad Aditya Putra - 1B117042
Audit Teknologi Sistem Informasi
Pertemuan 3 – 4KA25 Malam



3.2. Sebutkan dan berikan contoh jenis - jenis Audit EDP

Penjelasan:
Menurut Ron Weber, EDP auditing adalah proses mengumpulkan dan menilai bukti untuk menentukan apakah sistem komputer mampu mengamankan harta, memelihara kebenaran data maupun mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif dan menggunakan harta perusahaan secara hemat.

Dalam melakukan audit EDP, terdapat tiga metode, yaitu:
  • Auditing-around the Computer
Yaitu pendekatan audit dengan memperlakukan komputer sebagai kotak hitam, teknik ini tidak menguji langkah-langkah proses secara langsung, hanya berfokus pada input dan outpt dari sistem komputer.
  • Auditing-through the Computer
Yaitu pendekatan audit yang berorientasi komputer secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam sistem komputer dengan asumsi bila terdapat pengendalian yang memadai dalam pemrosesan, maka kesalahan dan penyalahgunaan dapat dideteksi.
  • Auditing-with the Computer
Yaitu pendekatan yang menggunakan komputer (audit software) untuk membantu melaksanakan langkah-langkat audit.
Berdasarkan luasnya penggunaan computer dan data yang dihasilkannya Audit EDP diklasifikasikan menjadi 4 jenis, antara lain :
a.    Audit disekitar Komputer
Jenis audit ini dilakukan oleh auditor terhadap hardcopy yang dihasilkan computer. Sedangkan komputernya sendiri tidak disentuh.
Kelemahannya:
  • Umumnya data base mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual
  • Tidak membuat auditor memahami sistem computer lebih baik
  • Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam system.
  • Lebih berkenaan dengan hal yang lalu dari pada audit yang preventif
  • Kemampuan computer sebagai fasilitas penunjang audit mubazir
  • Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit.
b.    Audit dengan computer
Jenis audit ini ditinjau dari auditor yang menggunakan bantuan computer dalam melakukan audit. Karena itu, organisasi yang di audit mungkin belum menggunakan computer tetapi auditor dalam melakukan audit dibantu oleh computer, yaitu ketika menyusun kertas kerja pemeriksaan dan laporan hasil audit.
c.    Audit melalui computer
Jenis audit yang dilakukan terhadap organisasi yang telah menggunakan computer dalam memproses informasinya, baik secara sempit dan sederhana maupun secara luas dan canggih. 
d.   Teknik Audit Berbasis Komputer (Computer Assisted Audit Techniques CAAT)
Merupakan jenis audit yang dilakukan dengan bantuan software computer baik yang dibuat sendiri ataupun program paket yang disebut dengan GAS (General Auidt Software).



Contoh:
pemrosesan data elektronis dipakai untuk pemutakhiran (update) stock dalam suatu daftar barang (inventory), pemrosesan transaksi nasabah bank, pemrosesan booking untuk tiket pesawat terbang, reservasi kamar hotel, pembuatan tagihan untuk suatu jenis layanan, dll. Selain itu, Pengertian Electronic Data Processing ( EDP ) secara umum adalah penggunaan metode automatis dalam pengolahan data komersil. Biasanya penggunaan edp ini relatif simple, aktivitas yg berulang untuk memproses informasi dalam jumlah yg besar. Misalnya : update stok barang untuk dimasukkan ke dalam inventaris, transaksi banking untuk dimasukkan ke dalam account dan master file pelanggan, booking dan pemesanan tiket ke system reservasi maskapai penerbangan, dll.
Referensi :
Alamsyah, Zulkifli. 2005. Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tugas 3.1 (Audit Teknologi Sistem Informasi)



Muhammad Aditya Putra - 1B117042
Audit Teknologi Sistem Informasi
Pertemuan 3 – 4KA25 Malam

3.1. Resiko yang mengakibatkan prosedur audit yang gagal, resiko tersebut adalah resiko inheren atau resiko terselubung

Penjelasan:
Resiko audit adalah Resiko dalam memberikan opini audit yang tidak tepat, atas laporan keuangan yang salah disajikan dalah bentuk meterial.
Risiko audit diartikan sebagai tingkat ketidakpastian tertentu yang dapat diterima auditor dalam pelaksanaan auditnya, seperti ketidakpastian validitas dan reliabilitas bukti audit dan ketidakpastian mengenai efektivitas pengendalian internal.


Tujuan utama dari audit tersebut adalah untuk memberikan suatu tindakan untuk berpendapat, apakah atau tidak laporan keuangan yang diaudit menyajikan secara wajar keuntungan keuangan, posisi/ rugi dan arus kas entitas. Risiko Audit adalah risiko auditor memberikan pendapat yang tidak pantas atas laporan keuangan, terutama ketika laporan keuangan tersebut mengandung salah saji material. Of less concern is the situation where the auditor states that the financial statements do not meet the standard of fair presentation, when in fact they do.. Perhatian kurang adalah situasi di mana auditor menyatakan bahwa laporan keuangan tidak memenuhi standar penyajian secara wajar, padahal sebenarnya mereka lakukan

Resiko inheren berkenaan dengan  kemungkinan adanya kekeliruan dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi sebelum memper-hitungkan faktor efektivitas pengendalian internal. Resiko inheren adalah faktor kerentanan laporan keuangan terhadap kekeliruan yang material dengan asumsi tidak adanya pengendalian internal. Oleh karena itu bila risiko inheren tinggi, maka auditor harus mengumpulkan bukti audit yang lebih banyak.
Faktor-faktor yang perlu ditelaah auditor dalam menetapkan risiko inheren adalah sifat bidang usaha organisasi, integritas manajemen, motivasi manajemen, hasil audit sebelumnya, hubungan istimewa, transaksi non rutin, dan kerentanan terhadap fraud.
Risiko inheren juga dapat dianggap sebagai risiko yang signifikan. Inherent risk represents the auditor’s assessment that there may be a material misstatement relating to an assertion in the financial statements under audit, without taking the effectiveness of the related internal controls into account. Risiko inheren merupakan penilaian auditor yang mungkin ada salah saji material yang berkaitan dengan suatu pernyataan dalam laporan keuangan yang diaudit, tanpa mengambil efektivitas pengendalian internal terkait ke rekening.
Contoh:
perhitungan yang rumit lebih mungkin disajikan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana. Uang tunai dalam perusahaan lebih mudah dicuri daripada persediaan. Suatu akun dalam laporan keuangan yang berasal dari estimasi akuntansi cenderung mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan akun yang sifatnya relatif rutin dan berisi data faktual. Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri yang memproduksi barang-barang hi-tech seperti misalnya handphone akan lebih berisiko terjadinya penumpukan persediaan yang usang karena tidak sesuai lagi dengan tuntutan pasar.

Referensi:

Sabtu, 09 Desember 2017

Tugas 11 (Ilmu Sosial Dasar)


Muhammad Aditya Putra
1B117042
Tugas ke-11
Ilmu Sosial Dasar

  1. Apa yang anda ketahui tentang pengetahuan dan teknologi ?
    Ilmu pengetahuan → suatu yang menjelaskan definisi tentang alam semesta yang disusun kedalam suatu bahasa yang mampu untuk dimengerti oleh manusia sebagai suatu usaha agar dapat mengetahui serta mengingat tentang sesuatu

    Teknologi → Pengetahuan yang ditujukan untuk menciptakan alat, tindakan pengolahan dan ekstraksi benda. Istilah "teknologi" telah dikenal secara luas dan setiap orang memiliki cara mereka sendiri memahami pengertian teknologi. Teknologi digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan kita sehari-hari, secara singkat; kita bisa menggambarkan teknologi sebagai produk, proses, atau organisasi.

    Ilmu Pengetahun & Teknologi atau yang disingkat IPTEK adalah suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.


  2. Menurut anda yang menjadi faktor penyebab kemiskinan dan bagaimana solusi dalam menekankan angka kemiskinan ?

    →
    Ada beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan terjadi diantaranya :
    - Rendahnya Pendidikan
    Pendidikan sangat penting bagi bekal kita manusia untuk hidup, dengan pendidikan kita mendapatkan pengetahuan, wawasan ataupun keterampilan. Namun bila pendidikan tidak mencukupi maka akan semakin besar individu itu dekat dekat kemiskinan

    - Ketidak jujuran dari pemerintahan
    Ketidak jujuran dari pemerintah disini seperti korupsi, korupsi tentu berdapkak sangat buruk bagi masyarakat. Karena merugikan dan dapat mendekatkan masyarakat korban dari koruptor menjadi miskin

    - Pengangguran dan lapangan pekerjaan
    Kebutuhan hidup manusia semakin meningkat, apabila kita tidak mempunyai pekerjaan untuk mendapatkan uang maka
    kita tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan untuk hidup dan mendekatkan kita dengan kemiskinan. Namun lapangan pekerjaan menjadi faktor penting pengangguran.

    - Bencana alam
    Bencana alam seperti banjir, longsor, gunung meletus dan lain sebagainya dapat menyebabkan kemiskinan. Contohnya seperti petani yang merugi gagal panen karena ladangnya terkena banjir atau pun pabrik yang rusak karena longsor dan karyawan di PHK.

    → Solusi mengatasi Kemiskinan atau menekankan angka Kemiskinan
    - Jangan menjadi pemalas, timbalah ilmu sebanyak mungkin untuk menjadi bekal kita hidup dan menjaukan dari kemiskinan
    - Pendidikan Gratis, Pemerintah harus berperan juga untuk menyediakan pendidikan gratis bagi masyarakat yang kurang mempu untuk menjadi bekal kelak masyarakat tersebut

    - Mencipkan lapangan pekerjaan, semakin banyak lapangan pekerjaan, semakin sedikit tingkat pengaguran, semakin sedikit tingkat pengangguran semakin sedikit angka kemiskinan. Pemerintah atau Masyarakat diharapkan dapat mencipkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak untuk menekankan angka pengaguran dan kemiskinan.

Tugas 10 (Ilmu Sosial Dasar)


Muhammad Aditya Putra
1B117042
Tugas ke-10
Ilmu Sosial Dasar


  1. Apa yang anda ketahui tentang Prasangka & Diskriminasi ?
    Prasangsang → Adalah suatu sikap atau pemikiran negatif yang kepada seseuatu atau orang tanpa alasan yang mendasar atau pun dengan alasan. Perangka dalam berdampak merusak dan menciptakan jarak yang luas antara pribadi dan pribadi lainnya.

    Diskriminasi → Adalah perlakuan terhadap pribadi lainnya, biasanya karena perbaan ras, suku, agama, budaya atau pun fisik. Diskiminasi ini sangat berbahaya karena dapat membuat korban merasa tekucilkan dan tidak percaya diri

  2. Apa yang anda ketahui tentang Etnosentrisme ?
    Prilaku atau penilaian terhadap budaya lain yang mengangap budaya lebih baik dari budaya lainya. penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai dan standar budayanya. Orang etnosentris menilai kelompok lain relatif pada kelompok dan kebudayaannya, khususnya jika berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan dan agama.
    Efek negatifnya adalah :
    - Munculnya konflik antara budaya, suku atau ras.
    - Terdapat aliran politik


  3. Bagaimana upaya untuk mengurangi atau menghilangkan prasangka & diskriminasi ?
    Cara untuk mengungari prasangka dan diskriminasi antara lain
    - Selalu berfikiran positif
    - Memberikan pengetahuan tentang prasangka dan diskriminasi termasuk dampak-dampaknya
    - Belajar untuk tidak menbenci
    - Menerima dan menjadikan perbedaan sebagai suatu kekayaan
    - Pondasi agama dan pendidikan

    Diatas semua itu kembali dan kesadaran pada diri sindiri juga penting, bagaimana kita menyikapi itu dan membuat benteng sendiri untuk tidak melakuan sikap negatif seperti diatas.



Sabtu, 02 Desember 2017

Tugas9 (Ilmu Sosial Dasar)


Muhammad Aditya Putra
1B117042
Tugas 9 - Ilmu Sosial dasar


Kaitan agama dan masyarakat dapat dibuktikan dengan adanya pengetahuan agama, Sila ketuhanan yang maha esa, figur nabi, pemahaman religi yang memperkuat adanya tuhan yang maha esa

  1. Apa yang menjadi fungsi agama dalam masyarakat ?

    Prof. Dr. H. Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Agama membantu kita memahami beberapa fungsi agama dalam masyarakat, antara lain:

  • Fungsi Edukatif (Pendidikan). Ajaran agama secara yuridis (hukum) berfungsi menyuruh/mengajak dan melarang yang harus dipatuhi agar pribagi penganutnya menjadi baik dan benar, dan terbiasa dengan yang baik dan yang benar menurut ajaran agama masing-masing.
  • Fungsi Penyelamat. Dimanapun manusia berada, dia selalu menginginkan dirinya selamat. Keselamatan yang diberikan oleh agama meliputi kehidupan dunia dan akhirat. Charles Kimball dalam bukunya Kala Agama Menjadi Bencana melontarkan kritik tajam terhadap agama monoteisme (ajaran menganut Tuhan satu). Menurutnya, sekarang ini agama tidak lagi berhak bertanya: Apakah umat di luat agamaku diselamatkan atau tidak? Apalagi bertanya bagaimana mereka bisa diselamatkan? Teologi (agama) harus meninggalkan perspektif (pandangan) sempit tersebut. Teologi mesti terbuka bahwa Tuhan mempunyai rencana keselamatan umat manusia yang menyeluruh. Rencana itu tidak pernah terbuka dan mungkin agamaku tidak cukup menyelami secara sendirian. Bisa jadi agama-agama lain mempunyai pengertian dan sumbangan untuk menyelami rencana keselamatan Tuhan tersebut. Dari sinilah, dialog antar agama bisa dimulai dengan terbuka dan jujur serta setara.
  • Fungsi Perdamaian. Melalui tuntunan agama seorang/sekelompok orang yang bersalah atau berdosa mencapai kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri, sesama, semesta dan Alloh. Tentu dia/mereka harus bertaubat dan mengubah cara hidup.
  • Fungsi Kontrol Sosial. Ajaran agama membentuk penganutnya makin peka terhadap masalah-masalah sosial seperti, kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga mendorong untuk tidak bisa berdiam diri menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem kehidupan yang ada.
  • Fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas. Bila fungsi ini dibangun secara serius dan tulus, maka persaudaraan yang kokoh akan berdiri tegak menjadi pilar "Civil Society" (kehidupan masyarakat) yang memukau.
  • Fungsi Pembaharuan. Ajaran agama dapat mengubah kehidupan pribadi seseorang atau kelompok menjadi kehidupan baru. Dengan fungsi ini seharusnya agama terus-menerus menjadi agen perubahan basis-basis nilai dan moral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Fungsi Kreatif. Fungsi ini menopang dan mendorong fungsi pembaharuan untuk mengajak umat beragama bekerja produktif dan inovatif bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.
  • Fungsi Sublimatif (bersifat perubahan emosi). Ajaran agama mensucikan segala usaha manusia, bukan saja yang bersifat agamawi, melainkan juga bersifat duniawi. Usaha manusia selama tidak bertentangan dengan norma-norma agama, bila dilakukan atas niat yang tulus, karena untuk Alloh, itu adalah ibadah.
    *Tulisan di atas disarikan dari buku Psikologi Agama, karya Prof. Dr. H. Jalaluddin,  Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007 dan disarikan dari tulisan Ahmad Fuad Fanani dalam harian Kompas, 06 Maret 2004.
      2. Bagaimana menjaga harmonisasi antar umat beragama di Indonesia
  • Saling tenggang rasa, menghargai, dan toleransi antar umat beragama
  • Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu.
  • Melaksanakan ibadah sesuai agamanya
  • Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam agamanya maupun peraturan Negara atau pemerintah.

  1. Bagaimana penerapan nilai – nilai, norma – norma keagamaan mampu mendorong pola fikir manusia (masyarakat) agar terhidar dari perbuatan tercela seperti melakukan tidak korupsi, menyakiti sesama seperti menyebar futnah, minum berakohol atau narkoba

    Menurut saya kembali lagi pada diri sendiri, bagaimana kita dapat membentengi diri dengan agama. Selain itu kita juga harus mempunyai pemikiran yang kuat dalam memepertahan diri dari perbuatan tercela tersebut. Karena agama saja mungkin akan lebih baik bila ditambah dengan kesadar dari diri sendiri untuk menghidar dari perilaku tercela.

  2. Menurut anda bagaimana agama dapat menyatukan visi misi mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa ?

    Kesadaran akan keberagaman budaya dan agama diindonesia dan kesadaran untuk mempertahankannya harus ditanamkan sedini mungkin. Selain itu kita juga harus menerima kalau kita hidup dinegara yang kaya akan keberagamannya, bukan malah menjadi pemisah atau pembeda antara umat bergama. Ingat bhineka tunggal ika dan negara kita dibangun sampai merdeka bukan karena 1 umat beragama, tapi dari berbagai macam umat beragama, bahu membahu mewujudkan negara Indoensia.


Referensi:

Rabu, 22 November 2017

Tugas 2.4 (Audit Teknologi Sistem Informasi)

Muhammad Aditya Putra - 1B117042
Audit Teknologi Sistem Informasi
Pertemuan 2 – 4KA25 Malam




2.4.  Bagaimana cara pengendalian jaringan computer

Dalam pengendalian jaringan komputer tidak lebas dari pengendalian keamanan jaringan itu sendiri, untuk dapat menjaga kemanaan jaringan komputer dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, dan juga untuk menghindari pembajakan dan juga pencurian data, maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menjaga keamanan jaringan komputer, yaitu :
a.      Keamanan Secara Fisik
Kemanan secara fisik meliputi faktor pencegah dan juga faktor kemanan yang mampu menjaga agar bentuk fisik dari sebuah jaringan, alias perangkat keras jaringan komputer aman secara fisik. Berikut ini adalah bbeberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kemanan fisik dari jaringna komputer:
-       Letakkan komputer server pada lokasi yang aman, dengan kunci yang hanya bisa diakses oleh otoritas yang berwenang saja.
-       Sebisa mungkin letakkan komputer server pada tempat yang sulit untuk di lihat orang.
-       Pastikan CCTV juga ikut mengawasi seluruh perangkat fisik jaringan komputer selama 24 penuh.
-       BIsa juga dengan cara meletakkan server di dalam sebuah jeruji besi yang memiliki gembok, agar benar-benar aman.
-       Kabel-kabel jaringan juga harus diperhatikan, agar jauh dari gangguan binatang pengerat yang biasa merusak.

b.      Keamanan pada BIOS
Apabila kemanan secara fisik cukup sulit untuk dilakukan, karena keterbatasan ruang dan juga biaya, mka adari itu salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menerapkan BIOS security. BIOS security dapat dilakukan dengan cara :
-       Membuat kode password tertentu pada sistem BIOS.
-       Melakukan disable booting dari floppy.
-       Gunakan password yang unik dalam setiap folder, user account, dan juga data serta file penting.
Cara menjaga keamanan jaringna komputer berikutnya adalah dengan cara membuat kombinasi password yang unik pada setiap bagian penting di komputer server, seperti user account, file, folder, dan juga drive yang menyimpan informasi penting. Dalam mengaplikasikan sebuah password, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan, seperti:
-       Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka dan tanda baca dalam satu buah rangkaian kombinasi password
-       Minimal karakter dari sebuah password adalah 7, makin banyak makin baik
-       Selalu lakukan maintenance dengan cara mengganti kombinasi password secara rutin
-       Hanya memberikan kombinasi pada password pada ototritas yang berwenang, seperti programmer, teknisi jaringan, dan mungkin juga beberapa orang yang berasal dari jajaran manajemen
-       Usahakan jangan menuliskan password di kertas atau notepad secara gambling
-       jangan pernah membocorkan mengenai kerahasiaan password dari server
Gunakan antivirus untuk mencegah komputer server dan juga client terinfeksi malicious code
Malicious code adalah salah satu gangguan yang dapat menyebabkan kinerja dari sebuah komputer menjadi melambat. BIasanya malicious code ini terjadi akibat serangan virus (Baca juga mengenai ciri komputer terkena virus). Maka dari itu, untuk menghindari hal ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti :
-       Selalu gunakan antivirus pada setiap server dan juga client
-       Lakukan update antivirus secara berkala
-       Ada baiknya komputer server tidak digunakan untuk melakukan browsing dan juga download file dari internet dan selalu gunakan antivirus yang berkualitas, dan genuine atau asli

c.       Keamanan software
Teknisi jaringan komputer juga harus peka terhadap kondisi keamanan software jaringan komputer. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para teknisis jaringan agar mampu menganalisa software apa saja yang dibutuhkan pada sebuah jaringan komputer.
Kesalahan ataupun terlalu banyak software yang diinstal atau bahkan terinstallnya software yang tidak diperlukan, akan menyebabakan banyak cracker dan juga hacker mampu melakukan proses cracking. Melalui software tersebut, yang menyebabkan data dari server dapat diakses dengan mudah.
Contoh : Dalam mengakses internet dijaringan computer, pada computer saya menggunakan antivirus agar virus dari internet tidak mudah masuk kedalam computer yang saya gunakan.

            Referensi :