Selasa, 09 Januari 2018

Tugas 4.1 (Inovasi SI & New Technology)

Muhammad Aditya Putra (1B117042)
2KA20 – Pertemuan 4
Teknologi New Sistem Informasi

4.1.Jelaskan dan berikan contoh apa yang anda ketahui tentang shared service dalam bisnis

Penjelasan :
Terdapat sejumlah devinisi dari ”shared services” yang dapat dipergunakan sebagai referensi acuan dalam konteks penyelenggaraan manajemen aset teknologi informasi berbagi pakai.

Schulman et.al. mendevinisikan ”shared services” sebagai:
“The concentration of company resources performing like activities, typically spread across the organization, in order to service multiple internal partners at lower cost and with higher service levels, with the common goal of delighting external customers and enhancing corporate value.

sementara Bergeron mendevinisikannya dalam kalimat berikut:
”A collaborative strategy in which a subset of existing business functions are concentrated into a new, semi‐autonomous business unit that has a management structure designed to promote efviciency, value generation, cost savings, and improved service for the internal customers of the  parent corporation,like a business competing in the open market."

Adapun devinisi terlengkap ditawarkan oleh Moller, yaitu:
“An independent organisational entity which provides wel devined services for more than one unit (which may be a division or business unit) within an organisation. The organisation is responsible for managing its costs and the quality and timeliness of the services it provides to its internal customers. It has its own dedicated resources and typically will have informal or formal contractual arrangements, often called service level agreements, with its customers."

dan devinisi tersingkat diperkenalkan oleh Quinn et.al. yaitu:
“The practice of business units, operating companies and organizations deciding to share a common set of services rather than have a series of duplicate staff functions."
Keseluruhan devinisi tersebut sama‐sama mengacu pada keinginan untuk memberikan sejumlah nilai atau value kepada stakeholder, yang antara lain didominasi oleh keinginan mereduksi biaya pengelolaan sejalan dengan target meningkatkan kualitas pelayanan

Contoh :

kasus The New York Times, sebuah research and development group yang dipekerjakan oleh surat kabar The New York Times, mengembangkan sebuah sistem shared service di antara dua lusin produsen surat kabar, sebuah stasiun radio dan lebih dari 50 unit websites. Fungsi utama dari shared services yang dikembangkan oleh sang research and development group ini untuk The New York Times adalah untuk menambahkan dan mendukung inovasi yang ada di dalam business unit tersebut.
Upaya yang dilakukan The New York Times memfokuskan pengembangan inovasi teknologi informasi melalui upaya pengumpulan inisiatif dari berbagai pihak yang berbeda.

Ada beberapa keuntungan atau advantages yang didapat oleh The New York Times dalam menerapkan shared services di dalam business units network-nya adalah:

1. Cost-efficiency or Economies of Scale – Dengan menerapkan sistem shared services ini pastinya akan lebih hemat secara cost untuk pihak The New York Times.
2. Jika ada satu inovasi positif yang ingin diterapkan oleh pihak The New York Times akan bisa langsung disampaikan dan diterima oleh semua business units yang terhubungkan secara sistem shared services oleh pihak The New York Times tersebut.
3. Adanya sebuah proses yang sudah terstandardisasikan untuk keseluruhan business units yang tergabung dalam network The New York Times.
4. Common Technology Platform – Dimungkinkannya transformasi yang terkoordinasi antara front, middle dan back-offices yang tergabung dalam network shared services tersebut.
5. Semua Operating units bebas untuk focus kepada proses operasional mereka dan external customers mereka. Jika sewaktu -waktu ada masalah mereka bisa kembali kepada Shared Services untuk support.
6. Decision Support – Data yang dianalisa dan disampaikan adalah data yang sudah reliable dan sudah siap untuk dieksekusi.
7. Flexibility – Shared Services bisa disumberkan melalui berbagai multiple delivery channels dan berbagai lokasi geographis.
8. Scalability – Shared Services delivery model bisa diukur untuk akuisi dari segi dan aspek geographis dan expansi service scope dengan biaya tambahan yang relatif rendah.
9. Diperoleh berbagai inisiatif yang beragam. Ini dimungkinkan karena adanya berbagai pihak yang terlibat dalam upaya inovasi teknologi informasi.
10. Adanya support bagi inovasi dalam unit bisnis melalui kerjasama dengan pihak lain yang lebih kompeten dibidang masing-masing, sehingga akan tercapai inovasi yang unggul. Hal ini sejalan dengan pendapat O’Brien (2005) yang menyatakan bahwa salah satu strategi dasar penggunaan teknologi informasi dalam bisnis adalah strategi persekutuan, dimana perusahaan membuat hubungan dan persekutuan bisnis baru dengan konsultan, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Langkah ini dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan di bidang IT (Adobe developers, Times Widgets), perusahaan jasa hiburan (Netflix).
11. Semenjak mulai berinovasi, The New York Times tidak memerlukan modal investasi yang terlalu besar. Menurut O’Brien (2005) salah satu strategi dasar penggunaan teknologi informasi dalam bisnis adalah strategi kepemimpinan dalam biaya, dimana perusahaan berusaha memangkas biaya-biaya dalam proses bisnis. The New York Times mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memangkas biaya, melakukan efisiensi melalui perbaikan proses (process development) dan otomatisasi. Upaya ini dilakukan melalui penggunaan software untuk rapid development berupa penggunaan aplikasi pengembangan cepat (rapid application), yaitu software metode pengembangan yang digunakan untuk perencanaan singkat sebelum membentuk prototipe rapid.

Pertumbuhan penggunaan shared services dalam kehidupan berbisnis secara terus menerus dihubungkan dengan restrukturisasi bisnis dalam skala yang lebih besar dan juga terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan entitas bisnis secara keseluruhan di dunia ini dan juga kegunaannya untuk membentuk sebuah platform atau landasan yang kokoh untuk pertumbuhan global yang bertumbuh secara cepat. Secara umum, faktor pendorong yang kuat untuk mengimplementasikan shared services sering sekali berhubungan dengan costs, kualitas, speed, dependablity, dan flexibility.
Beberapa keterbatasan atau disadvantages yang didapat oleh The New York Times dalam menerapkan shared services di dalam business units network-nya adalah:
1. Resistence to Change – Perubahan management yang efektif harus menjadi sebuah komponen dari implementasi shared services tersebut, tanpa memandang bulu sumbernya.
2. Legacy Systems – Walaupun selalu tidak menjadi mungkin, shared services dan interogasi sistem adalah bagian dari proyek transformasi yang bisa menghasilkan hasil yang sukses. Keterbatasan dari legacy bisa membuat hasil yang diinginkan tidak optimal.
3. Leadership – Ada saat – saat yang sulit, di mana semua orang harus mempunyai pandangan yang sama bilamana ada kebijakan yang ingin diterapkan
4. Shared Service Team – Perilaku dan Kemampuan yang telah ditentukan oleh sebuah team yang service-oriented diprioritaska untuk memungkinkan dan memampukan teknologi untuk mengoptimalisasi proses yang bisa jadi tidak eksis dalam organisasi hari ini. Pastikan dalam menentukan orang yang tepat sebelum kita memulainya.
5. Perusahaan yang sehat dan berkembang perlu menyisihkan 90-95% dari dana inovasinya untuk inovasi sesuai inti bisnisnya dan 5-10% untuk model bisnis baru. Artinya perlu ada kepastian dana yang tidak sedikit dalam upaya inovasi ini. Hal ini bertolak belakang dengan upaya The New York Times yang justru melakukan efisiensi biaya.
6. Keterbukaan The New York Times untuk menjalin kerjasama dengan pihak luar yang memiliki beragam inisiatif berbeda membuka peluang pada terbukanya “informasi berharga” kepada pihak luar yang mungkin tidak menguntungkan bagi The New York Times.
7. Industri surat kabar menghadapi permasalahan yang komplek, oleh karena itu memerlukan kesabaran untuk mengembangkan model bisnis yang baru dan memastikan budget keuangan perusahaan selalu tersedia.

Secara umum, kelemahan dari shared services adalah proses yang dihasilkan secara keseleruhan akan dibuatnya lebih panjang dan lebih kompleks. Suatu sistem yang mampu menampung dan menyebarkan kembali ide-ide dari masing-masing individu maupun tim perusahaan memerlukan infrastruktur teknologi informasi yang lebih baik dan akan membutuhkan dana yang tidak sedikit.


Referensi:

Tugas 4.3 (Audit Teknologi Sistem Informasi)

Muhammad Aditya Putra - 1B117042
Audit Teknologi Sistem Informasi
Pertemuan 4 – 4KA25 Malam

4.3.      Jelaskan dan berikan solusi untuk Audit SI tentang pembobolan uang pada E-Banking ( Rekening Online)



Penjelasan :

Setelah marak dengan kasus pembobolan ATM, kini giliran kasus pembobolan uang lewat Internet Banking atau E-Banking. Layanan ini memungkinkan nasabah sebuah bank dapat melakukan hampir semua jenis transaksi perbankan melalui sarana internet, khususnya via web. Mirip dengan penggunaan mesin ATM, lewat sarana internet seorang nasabah dapat melakukan pengecekan rekening, transfer dana antar rekening, pembelian voucher pulsa, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan (listrik, telepon, dsb.) melalui rekening banknya.
Maraknya kasus pembobolan nasabah bank yang belakangan terungkap membangkitkan kesadaran akan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kejahatan cyber. ‘Satpam’ internet Indonesia pun kemungkinan akan diperkuat. Pihak kepolisian pun menghimbau agar nasabah bank, khususnya pengguna internet banking, berhati-hati dalam menggunakan password.

Solusi:
Adapun beberapa tips untuk pengguna E-Banking :
1. Pastikan perangkat komputer/smartphone terproteksi dengan program antivirus yang memiliki proteksi tambahan terhadap BankGuard yang mampu menangkal malware yang mengeksploitasi internet banking.
2. Aktifkan notifikasi transaksi (kemail/SMS) dan pastikan Anda menerima dan memonitor notifikasi tersebut setiap kali terjadi transaksi internet banking.
3. Audit mutasi secara berkala.
4. Hindari menyimpan dana dalam jumlah terlalu besar pada akun yang Anda anggap rentan. Batasi pada jumlah tertentu yang benar-benar dibutuhkan dan tidak sampai mengganggu kenyamanan/operasional.

Referensi:

Tugas 4.2 (Audit Teknologi Sistem Informasi)

Muhammad Aditya Putra - 1B117042
Audit Teknologi Sistem Informasi
Pertemuan 4 – 4KA25 Malam

4.2.      Jelaskan dan berikan solusi untuk Audi SI tentang pembobolan uang pada uang virtual (cryotocurrency)

Penjelasan :

Pamor uang digital saat ini tak bisa dipandang sebelah mata. Kebutuhan akan transaksi yang lebih cepat namun menggunakan biaya yang murah tentu impian banyak orang. Jika dahulu untuk mengirimkan uang dari suatu negara ke negara lain membutuhkan waktu berhari – hari kini cukup hitungan menit saja untuk memprosesnya. Hal ini dikarenakan munculnya cryptocurrency atau uang digital yang banyak diterima di hampir seluruh belahan dunia. Seperti namanya uang digital ini tak memiliki wujud fisik dan terdapat beberapa jenis. Satu diantara beberapa jenis uang digital itu ialah bitcoin yang merupakan pioneer munculnya uang digital yang lain. Bitcoin adalah jaringan konsensus yang memungkinkan sistem pembayaran baru dan uang yang sepenuhnya berbentuk digital. Bitcoin merupakan jaringan pembayaran peer-to-peer desentralisasi pertama yang dikontrol sepenuhnya oleh penggunanya tanpa ada otoritas sentral ataupun perantara. Dari sudut pandang pengguna, Bitcoin serupa seperti uang tunai di dunia internet. Bitcoin juga dapat dipandang sebagai sistem pembukuan tiga pencatatan paling menonjol yang ada saat ini.
Teknologi Bitcoin - protokol dan kriptografi - memiliki catatan rekor keamanan yang kuat, dan jaringan Bitcoin kemungkinan adalah proyek penghitungan terdistribusi yang terbesar di dunia. Kelemahan Bitcoin yang paling umum terletak pada kesalahan penggunanya. Data-data dompet Bitcoin yang menyimpan kunci pribadi dapat terhapus tanpa sengaja, hilang, atau dicuri. Hal ini serupa dengan uang tunai fisik yang disimpan dalam bentuk digital. Untungnya, pengguna dapat menerapkan langkah-langkah pengamanan untuk melindungi uang mereka atau menggunakan jasa penyedia layanan yang menawarkan keamanan tingkat tinggi dan asuransi terhadap pencurian atau kehilangan



Solusi:

Seiring dengan perkembangan teknologi uang virtual, resiko akan kehilang atau pembobolan uang virtual tersebut juga masih harus diperhitikan, bertikut dibawah ini cara untuk meminimalisir kebobolan uang jenis virtual bitcoin.

Berhati-hati dengan layanan online
Anda sebaiknya memahami berbagai jenis layanan yang didesain untuk menyimpan uang Anda secara online. Banyak tempat penukaran dan dompet online yang pernah mengalami kebocoran keamanan di masa lalu. Pada umumnya mereka masih belum menyediakan kepastian dan keamanan yang memadai untuk digunakan sebagai sarana penyimpanan layaknya bank. Sebaiknya, Anda menggunakan layanan dompet Bitcoin lainnya. Jika tidak, Anda sebaiknya memilih jenis layanan semacam ini dengan lebih berhati-hati. Sebagai tambahan, sangat disarankan memilih layanan yang menggunakan otentikasi dua-faktor.

Jumlah kecil untuk penggunaan sehari-hari
Sebuah dompet Bitcoin layaknya sebuah dompet sungguhan dengan uang tunai di dalamnya. Jika Anda tidak ingin menyimpan ribuan dolar di dalam dompet, Anda mungkin juga memiliki pertimbangan yang sama untuk dompet Bitcoin Anda. Secara umum, sebaiknya menyimpan uang bitcoin dalam jumlah kecil di komputer, ponsel, ataupun server untuk penggunaan sehari-hari dan menyimpan sisa uang Anda pada tempat yang lebih aman

Cadangkan dompet Anda
Dengan disimpan di tempat yang aman, pencadangan dompet dapat melindungi Anda dari kerusakan komputer dan kesalahan manusia lainnya. Pencadangan juga memungkinkan Anda untuk memulihkan dompet Anda setelah ponsel atau komputer Anda dicuri jika Anda telah mengenskripsi dompet Anda.

Cadangkan seluruh dompet Anda
Beberapa jenis dompet menggunakan banyak kunci pribadi yang tersembunyi di dalamnya. Jika Anda hanya memiliki cadangan kunci pribadi untuk alamat Bitcoin Anda yang tampak, Anda mungkin tidak bisa mengembalikan sebagian besar uang Anda dengan cadangan Anda tersebut.

Enkripsi pencadangan online
Cadangan apapun yang tersimpan secara online sangat rentan terhadap pencurian. Bahkan sebuah komputer yang terhubung dengan Internet rentan akan perangkat lunak berbahaya. Dengan demikian, mengenkripsi cadangan apapun yang terekspos ke jaringan adalah sebuah langkah pengamanan yang baik.

Gunakan banyak lokasi aman
Satu poin kegagalan akan buruk untuk keamanan. Jika cadangan Anda tidak tergantung pada satu lokasi, maka mengurangi risiko hal buruk terjadi yang bisa mencegah Anda untuk memulihkan dompet Anda. Anda mungkin juga mempertimbangkan menggunakan media lain seperti kunci USB, kertas, dan CD.

Lakukan pencadangan secara teratur
Anda perlu mencadangkan dompet Anda secara teratur untuk memastikan semua perubahan alamat Bitcoin dan semua alamat Bitcoin baru yang Anda buat akan termasuk dalam pencadangan Anda. Bagaimanapun, semua aplikasi akan segera menggunakan dompet yang hanya perlu dicadangkan sekali.

Enkripsi dompet Anda
Mengenkripsi dompet atau ponsel Anda memungkinkan Anda untuk mengatur kata sandi untuk mencegah orang lain menggunakan dana Anda. Hal ini membantu melindungi dari pencurian, meskipun tidak dapat melindungi dari perangkat keras atau lunak perekam ketikan.

Jangan lupakan kata sandi Anda
Pastikan Anda tidak pernah lupa kata sandi atau uang Anda akan hilang secara permanen. Tidak seperti bank, Bitcoin hanya menyediakan sangat sedikit pilihan untuk pemulihan kata sandi. Anda harus mengingat kata sandi Anda meskipun sudah bertahun-tahun tidak menggunakannya. Untuk jaga-jaga, Anda mungkin bisa menyimpan salinan kata sandi Anda di tempat yang aman seperti brankas

Gunakan kata sandi yang kuat
Kata sandi yang hanya terdiri dari huruf saja atau kata yang mudah dikenali bisa dianggap sangat lemah dan mudah untuk dibobol. Kata sandi yang kuat harus mengandung unsur huruf, angka, tanda baca dan panjangnya paling tidak 16 karakter. Kata sandi yang paling aman adalah yang dibuat dengan program yang didesain untuk keperluan seperti ini. Kata sandi yang kuat biasanya sulit untuk diingat, sehingga Anda sebaiknya berhati-hati dalam mengingatnya.

Referensi :

Tugas 4.1 (Audit Teknologi Sistem Informasi)

Muhammad Aditya Putra - 1B117042
Audit Teknologi Sistem Informasi
Pertemuan 4 – 4KA25 Malam



4.1.      Jelaskan dan berikan solusi untuk Audit SI tentang pembobolan uang pada mesin ATM




Penjelasan :
Dizaman yang semakin pesat ini dengan kemajuan teknologi yang kian lama kiat tak terkendali memberi banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah teknologi dari perbankan yaitu ATM. Banyak manfaat yang masyarakat rasakan dengan kehadiran ATM. Namun disetiap kemajuan teknologi ada saja tindak keriminalnya yang berhubungan dengan mesin ATM, salahsatunya adalah pembobolan ATM yang dilakukan orang – orang yang tidak bertanggung jawab yang ingin memperkaya diri dengan jalan pintas. Banyak kasus terjadi tentang pembobolan uang diATM dengan berbagai cara yang dilakukan orang pelaku keriminal.

pembobolan kartu ATM saat ini mencapai rekor tertinggi di dunia. Penipuan yang dilakukan digerai ATM kantor cabang tercatat meningkat 174% sejak Januari 2015. Sementara pembobolan lewat mesin ATM yang jauh dari bank mengalami peningkatan hingga 317%.

Saat nasabah menarik uang tunai, pelaku membutuhkan kartu ATM dan kode pin. Ini karena kartu ATM tidak memiliki perlindungan chip. Sementara, semua informasi yang tersimpan pada strip magnetik merupakan teknologi yang sudah tua.

Hingga kini, pembobol kartu ATM masih menggunakan teknik lama yang disebut skimming. Lewat teknik ini, pembobol biasanya melampirkan perangkat pada ATM yang sangat sulit dideteksi. Saat kita memasukkan kartu ATM, perangkat tersebut akan merekam data dari strip magnetik kartu pengguna. Kamera pengintai (CCTV) biasanya juga dipasang, dan pembobol dapat merekam kode pin.

Solusi :
Dilansir dari situs Forbes, ada lima cara menghindari risiko terjadinya pembobolan kartu ATM:

1. Gunakanlah mesin ATM di bank dan tutup kode pin Anda
Mesin ATM yang jauh dari lampu terang dan kamera dari cabang bank memiliki risiko lebih tinggi terjadinya pembobolan. Sebab itu, gunakanlah mesin ATM yang ada di dekat kantor cabang bank.

Selain itu, jika Anda memasukkan kode pin, pastikan Anda menggunakan tangan untuk menutupi ketikan. Melalui cara ini, kamera apapun tidak akan mampu mendapatkan kode pin Anda.

2. Atur alarm peringatan dengan bank Anda
Sebagian besar bank memberikan fasilitas untuk dapat mengatur alarm peringatan, misal lewat pesan singkat (SMS). Jadi, jika ada transaksi dengan nominal yang mencurigakan, Anda akan mendapatkan pesan peringatan lewat ponsel.

3. Jangan terlalu sering mengakses akun bank Anda
Semakin sering Anda mengakses akun bank, maka semakin besar kesempatan pembobol mencuri uang Anda. Sejatinya, Anda dapat menggunakan ragam lain untuk menggunakan, seperti kartu kredit. Debet otomatis dapat diambil dari akun Anda, jika seseorang mengetahui nomor routing dan nomor rekening Anda. Kemudian mereka bisa hack akun online banking Anda.

Anda juga bisa memilih untuk menyisakan sedikit uang di rekening, kemudian memindahkannya ke rekening tabungan online yang tidak memiliki kartu ATM. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi risiko kemungkinan pembobolan dan mendapatkan tingkat bunga yang lebih tinggi.

4. Daftarlah untuk dua jenis otentikasi
Sejumlah bank memberikan Anda kesempatan untuk mendaftarkan dua jenis ontentikasi. Itu berarti username dan password Anda tidak cukup untuk masuk ke akun bank. Anda harus memiliki pesan teks yang dikirim ke ponsel, atau email yang dikirim ke akun Anda. Biasanya perbankan memberikan sejumlah pilihan untuk menggunakan tingkat keamanan yang lebih tinggi.

5. Pertimbangkan kartu kredit untuk pembelian sehari-hari
Kartu kredit memang berbahaya dan kerap menjadi godaan untuk menghabiskan uang lebih banyak dan menjadi utang. Namun, jika Anda bisa disiplin dan bertanggung jawab, kartu kredit bisa menjadi alat yang bagus. Dengan begitu, Anda bisa menjaga sedikit uang di rekening (tabungan).

Sumber:

Selasa, 02 Januari 2018

Tugas 12 (Ilmu Sosial Dasar)

Tugas ke-12
Ilmu Sosial Dasar
Muhammad Aditya Putra
1B117042



1.     Menurut anda mengapa ilmu sosial dasar sangat dibutuhkan bagi mahasiswa ?
Pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial sangat membutuhkan untuk bersosialisasi, apapun profesinya manusia adalah mahkluk sosial. Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial yang terjadi disekitar. seorang mahasiswa pun termasuk mahluk sosial yang harus mempelajari ilmu sosial, untuk bekal mengatasi masalah – masalah yang terjadi.

2.     Bagaimana meminimalisasi tingkat kemiskinan jika dilihat dari globalisasi ?
Globalisasi ekonomi menciptakan hubungan ekonomi yang saling memengaruhi antarnegara serta lalu lintas barang dan jasa akan membentuk perdagangan antarnegara Ada negara yang mengalami penurunan dan ada juga yang sebaliknya. untuk meminimalisasi tingkat kemiskinan di era globalisasi ini seharus masyarakat meningkatkan kuliatas untuk mampu bersaing dipasar global dan pemerintah juga mendukung dengan berbagai cara dan trobosan ide. masyarakat harus dilibatkan langsung dalam persaingan pasar global.

3.     Berikan contoh konkret kehidupan sosial masyarakat yang masih terjaga yang memiliki nilai positif !
Salah satu contoh yang masih terjaga di sebagian kehidupan masyaratkat Indonesia adalah budaya gotong royong. budaya gotong royong merupakan cirikhas dan kekuatan budaya Indonesia yang perlu dan harus dikembangkan. gotong royong dapat memudahkan masyakat menghadapi masalah yang besar. banyak hal positif yang ada dalam budaya gotong royong seperti kebersamaan, persatuan, tolong menolong, rela berkorban dan bersosialisasi.

4.     Berikan contoh kehidupan toleransi beragama dilingkungan anda !
Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain, karena keberagaman agama yang ada dinegeri ini, sangat diperlukan toleransi beragama agar masyarakat bisa hidup berdampingan bersama.
Contoh kehidupan toleransi beragama dilingkungan saya :
Dilingkungan sekitar saya tidak semua beragama sama, ada sebagian masyarakat yang memiliki kepercayaaan berbeda. tetapi kami saling menghormati satu sama lain. contoh kecilnya ketika kami bermain dengan teman kami yang beraga non-islam saat sedang berpuasa dia tidak pernah makan sesuatu didepan saya dan menghagai saya sedang berpuasa, sebaliknya di saat teman saya sedang mempersiapkan untuk hari raya natal kami saling membantu untuk memperisapkan dan menghias pohon natal.


Jumat, 22 Desember 2017

Tugas 3.3 (Inovasi SI & New Technology)

Muhammad Aditya Putra (1B117042)
2KA20 – Pertemuan 3
Teknologi New Sistem Informasi


3.3 Gambaran tentang siklus pengembangan sistem inovasi sistem informasi


Dalam pembangunan sistem informasi diperlukan upaya pemetaan dan tahapan-tahapan tertentu agar sistem informasi yang dibangun dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan organisasi/perusahaan. Suatu sistem informasi digunakan untuk mengatur hubungan anatar manusia dan komponene mesin serta prosedur-prosedur yang harus dilakukan serta berkaitan satu dengan yang lainya untuk mendukung kebutuhan informasi atau mekanisme bisnis pada sebuah organisasi.
Agar sistem informasi yang dibangun sesuai dengan kebutuhan organisasi maka diperlukan upaya proses pengembangan sistem (system develoment life cycle [SDLC] ) yang harus dilakukan oleh organisasi.  SDLC merupakan proses formal yang harus dilakukan organisasi yang akan membangun sebuah sistem infrmasi yang berbasi komputer. Termasuk dalam hal ini adalah, size of organisation, jobs description, relevant experiece, education system yang terintegrasikan dalam proses informasi, sumber daya, peralatan dan teknis operasional.
Secara umum, pengembangan sistem informasi melalui tahap-tahap sebagai berikut
1. Survei Sistem (preliminary)
Survei sistem merupakan hal yang harus dilakuka bagi organisasi yang ingin membuat sistem informasi. Pada tahap ini, organisasi dan konsultan mendefinisikan tentang sistem yang akan dibuat.  Upaya yang dilakukan dalam tahap ini adalah mengidentifikasi permasalahan, peluang, arahan melalui investigasi awal dalam melihat kebutuhan organisasi. Mendefinisikan lingkup kerja dimasing-masing bidang/divisi yang terdapat di organisasi. Penyususnan proposal meliputi gambaran umum pelaksanaan proyek, jadwal pelaksanaan, rincian biaya, aplikasi yang dikembangkan, analisis keuntungan, metodologi. Dalam penyusunan proposal ini dipertimbangkan kelayakan operasional (sistem, sumber daya, metode traiing, layanan purna jual/pemeliharaan, efesiensi dan efektifitas), kelayakan teknis (hardware, software, jadawal pelaksanaan proyek, fisiable, sistem keamanan data)  dan kelayakan ekonomis (biaya pembuatan, implementasi dan keuntungan/benefit).  Preliminary ini merupakan tahap awal saja, belum melakukan identifikasi secara mendalam.
2. Analisis Sistem
Analsis sistem merupakan sebuah teknik pemecahan masalah yang mendekomposisi sebuah sistem menjadi komponen-komponen penyusunannya dalam rangka mempelajari lebih jauh bagaimana komponen sistem tersebut bekerja dan berinteraksi dengan komponen lainya untuk tujuan tertentu. Tahap analisis sitem sudah lebih mendalam dalam mengidentifikasi komponen dan interaksi yang terjadi.  Dalam analisis sistem juga dibangun desain sistem yang akan dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi. Desain sistem yang merupakan kelanjutan dari teknik pemecahan masalah yang merangkai kembali komponen-komponen sistem menjadi satu kesatuan sistem yang utuh dengan harapan akan membentuk perbaikan sistem. Hal ini dipahami sebagai proses memahami sistem yang ada dengan menganalisis komponen terbentuknya. Dalam tahap ini, pembentukan sistem informasi dapat melakukan identifikasi terhadap aspek analisis sistem meliputi analisis jabatan dan uraian tugas (business users), proses bisnis (business process), aturan/ketentuan sistem (business rules), masalah dan solusi (business problem and solution), business tools, dan rencana perusahaan (business plans). Dalam proses ini, biasanya melakukan analisis pendekatan sistem yang include dengan metodologi pengembangan sistem seperti menggunakan pendekatan Structured Analysis Design, Information Engineering, Object-Oriented Analysis, Accelerated Analysis, Requirements Discovery, Business Process Reengineering, FAST, dll.
3. Desain Sistem
Apabila analisis sistem lebih berbicara ‘what?’, sedangkan desain sistem lebih banyak berbicara tentang ‘how?’. Desain sistem lebih fokus pada bagaimana sistem itu dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis sistem. Manfaat desain sistem memberikan rancang bangun (blueprint) yang lengkap sebagai penuntun (guideline) bagi programer dalam mengembangkan aplikasi. Setidaknya dalam sistem informasi terkomputerisasi terdiri atas harware (input, proses, output & network), software (sistem operasi, utilitas dan aplikasi), data (struktur data, keamanan, integritas data), prosedur (dokumentasi, sistem, buku petunjuk, operasional dan teknis) serta manusia (pengguna sistem informasi). Dalam desain sistem, beberapa kegiatan yang dilakukan adalah: permodelan sistem, desain basis data, desain aplikasi, desain perangkat keras/jaringan dan desain jabatan (user).



4. Pembuatan Sistem
Setelah proses perancangan yang cukup pancang, tahap berikutnya adalah membuat sistem informasi. Pembuatan sistem ini meliputi kegiatan pembuatan aplikasi berdasarkan rancangan yang telah dibuat, disertai dengan pembuatan buku penggunaan aplikasi agar mudah saat melakukan training dan implementasi sistem. Pada tahap ini diperlukan proses ujicoba aplikasi meliputi : uji performa, program logic (sintaks), implementasi business rules, faktor manusia, business process/procedure, efesiensi input dan output
5. Implementasi Sistem
Sebelum melakukan implementasi sistem, diperlukan persiapan yang memadai dalam hal perangkat keras, perangkat lunak, ruangan dan fasilitas pendukung lainya. Dalam implementasi sistem hal yang penting untuk diperhatikan adalah :
  1. Konversi
Sistem baru akan memberikan hal-hal baru yang butuh penyesuaian. Konversi ini diperlukan terutama dalam implementasi sistem lama ke sistem baru, apalagi sebelumnya telah menggunakan aplikasi yang sudah terkomputerisasi.
  1. Pelatihan
Diperlukan pengenalan secara menyeluruh untuk setiap pihak yang terlibat dalam menggunakan sistem informasi. Diperlukan sosialisasi kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam sistem namun tidak menggunakan aplikasi sistem secara langsung.
  1. Testing penerimaan
Penyesuaian sistem baru dengan melakukan testing selama periode tertentu sebagai proses belajar.



6. Pemeliharaan Sistem
Setelah terbentuk sistem dan diimplementasikan, diperlukan proses pemeliharaan. Pada tahap pemeliharaan ini mencangkup seluruh proses yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan, kelancaran dan penyempurnaan sistem yang telah dioperasikan. Tahap ini meliputi kegiatan pemantauan dan kontrol pengoperasian, antisipasi gangguan kecil (bug), melakukan penyempurnaan yang mungkin terlewatkan, dan antisipasi faktor-faktor eksternal (virus, kehilangan/kerusakan data, cheating, dll).
Referensi :
http://farhan48.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2012/10/11/siklus-pengembangan-suatu-sistem-informasi-prototyping/



Tugas 3.2 (Inovasi SI & New Technology)


Muhammad Aditya Putra (1B117042)
2KA20 – Pertemuan 3
Teknologi New Sistem Informasi



3.2 Pengertian Virtual Reality dan Augmented Reality
Virtual reality terdiri dari dua kata yaitu virtual dan reality yang berarti maya dan realitas. Virtual reality adalah teknologi yang dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Dalam teknisnya, virtual reality digunakan untuk menggambarkan lingkungan tiga dimensi yang dihasilkan oleh komputer dan dapat berinteraksi dengan seseorang.
Contoh teknologi virtual reality yang cukup sederhana adalah Google Cardboard karena dibuat menggunakan kertas. Google Cardboard ini belum begitu mempunyai banyak fungsi, tetapi dengan menggunakan Google Cardboard kita akan merasakan pengalaman virtual reality dengan cara menggabungkan smartphone yang memiliki sensor gyroscope dengan Google Cardboard.
Teknologi virtual reality ini biasanya digunakan pada bidang medis, arsitektur, penerbangan, hiburan, dan lain-lain. Contoh virtual reality banyak sekali, salah satunya seperti game FPS (First Peson Shooter) yang akan membuat pengguna merasa berada di dalam game tersebut. Selain itu, virtual reality digunakan pada foto dan video 360 derajat yang membuat pengguna merasa berada di tempat tersebut.
Selain itu, beberapa perangkat virtual reality yang cukup populer lainnya adalah Oculus Rift yang dikembangkan oleh Facebook. Oculus Rift memberikan pengalaman berbeda untuk pengguna dalam  bermain sebuah game. Selain  Oculus Rift, perangkat virtual reality lainnya adalah Samsung Gear VR, PlayStaion VR, HTC Vive, dan Octagon VR yang dibuat oleh perusahaan di Bandung.
Sedangkan augmented reality adalah integrasi informasi digital dengan lingkungan pengguna secara real time. Berbeda dengan virtual reality yang menciptakan lingkungan 3D yang benar-benar buatan. Teknologi augmented reality menggunakan lingkungan yang ada di dunia nyata kemudian menambahkan informasi baru di atasnya.
Untuk perangkat augmented reality yang menyita perhatian adalah perangkat besutan Microsoft yang diberi nama Microsoft HoloLens. Perangkat ini berfokus pada penggabungan hologram tiga dimensi yang bersifat augmented reality dengan dunia nyata. Selain itu, Google Glass yang berbentuk kacamata yang dibuat oleh Google merupakan kacamata yang menggunakan teknologi augmented reality yang memiliki banyak fungsi.
Teknologi augmented reality ini biasanya digunakan pada bidang militer, medis, komunikasi, dan manufaktur. Contoh yang sering digunakan oleh pengguna adalah Google Translate. Dengan ini, memungkinkan pengguna menerjemahkan kata berbahasa asing yang dilihat menggunakan kamera smartphone seperti papan pengumuman atau rambu-rambu.
Dengan demikian, perbedaan virtual reality dan augmented reality adalah virtual reality menggantikan kenyataan dengan dunia semu secara keseluruhan, sedangkan augmented reality menambahkan atau melengkapi kenyataan dengan benda-benda semu.
Referensi